Jual Beli Mobil Bekas Jogja
Berita Otomotif

Toyota Sepakat Bayar Damai Rp9,4 Triliun Soal DPF Hilux dan Fortuner

16 Oktober 2026

Toyota Australia menyepakati pembayaran uang damai senilai A$750 juta atau sekitar Rp9,36 triliun untuk menyelesaikan perkara gugatan kelompok (class action). Tuntutan hukum ini berkaitan dengan masalah pada penyaring partikel diesel atau Diesel Particulate Filter (DPF) yang terpasang pada lebih dari 264 ribu unit kendaraan mereka. Model yang terdampak mencakup Toyota Hilux, Fortuner, dan LandCruiser Prado.

Kesepakatan damai ini masih menunggu pengesahan resmi dari Pengadilan Federal Australia yang dijadwalkan bersidang pada 20 November. Besaran nilai kompensasi ini tergolong sangat besar, bahkan hampir dua kali lipat dari laba bersih tahunan Toyota Australia untuk tahun buku yang berakhir Maret 2026 senilai A$380 juta.

Masalah DPF dan Perjalanan Kasus

Perkara ini melibatkan total 264.170 unit kendaraan bermesin turbodiesel empat silinder, tepatnya mesin 2GD-FTV 2.4 liter dan 1GD-FTV 2.8 liter yang diproduksi antara Oktober 2015 hingga April 2020. Masalah muncul karena sistem DPF tidak mampu bekerja efektif dalam pemakaian wajar, sehingga filter kerap tersumbat.

Saat komponen tersebut tersumbat, knalpot kendaraan mengeluarkan asap putih berlebih dengan bau tidak sedap. Selain mengganggu lingkungan sekitar, pemilik kendaraan juga harus menghadapi konsumsi bahan bakar yang lebih boros serta kebutuhan servis ekstra.

Gugatan awal diajukan pada 2019. Pengadilan kemudian menyatakan bahwa kendaraan tersebut tidak memenuhi standar kualitas konsumen di Australia dan sempat memperkirakan kompensasi bisa melampaui A$2 miliar. Setelah melalui proses banding hingga Mahkamah Agung, Toyota akhirnya memilih jalur damai. Kesepakatan ini mencakup pemilik awal hingga pembeli mobil bekas yang membeli unit terdampak antara April 2020 dan Juli 2025.

Langkah Perbaikan Pabrikan

Untuk menangani kendala teknis tersebut, Toyota telah merilis perbaikan bertahap. Mulai Juni 2018, pabrikan menyematkan sakelar regenerasi DPF manual. Kemudian pada Mei 2020, perbaikan menyeluruh diluncurkan dengan mengganti perangkat keras knalpot serta menyuntikkan pembaruan perangkat lunak, yang diberikan tanpa pungutan biaya kepada konsumen.

Mesin diesel 1GD-FTV 2.8 liter sendiri hingga kini masih diandalkan untuk lini Hilux dan Prado keluaran terbaru, namun pihak pabrikan telah melakukan pembaruan rekayasa agar cacat serupa tidak terulang. Di sisi lain, penjualan Toyota Fortuner di pasar Australia telah dihentikan sejak akhir 2025.

Apa Artinya bagi Pembeli Mobil?

Kasus ini memberi gambaran penting bagi Anda yang mengincar mobil bermesin diesel modern. Sistem pengurang emisi seperti DPF memerlukan perhatian ekstra dan pola berkendara yang sesuai agar jelaga knalpot dapat terbakar dengan sempurna. Ketika Anda memeriksa kondisi mobil diesel incaran, pastikan riwayat perawatan sistem pembuangannya jelas dan unit telah memperoleh pembaruan teknis resmi dari bengkel pabrikan.

Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Otomotif