Tips Test Drive Mobil Bekas: Suara dan Sensasi yang Wajib Anda Cermati
Membeli mobil bekas memerlukan ketelitian ganda. Memeriksa kondisi bodi yang mulus dan interior yang bersih tentu penting, tetapi langkah paling menentukan tetaplah sesi uji jalan atau test drive. Saat mobil dijalankan, berbagai komponen mekanis mulai bekerja dan saling berinteraksi. Di sinilah kondisi sebenarnya dari kendaraan tersebut akan terlihat.
Banyak calon pembeli merasa canggung saat melakukan test drive sehingga hanya berkendara santai selama beberapa menit saja. Padahal, momen ini adalah kesempatan emas untuk mengoptimalkan indra pendengaran dan peraba Anda guna mendeteksi potensi kerusakan tersembunyi.
Berikut adalah panduan praktis mengenai apa saja yang harus Anda dengarkan dan rasakan saat melakukan test drive mobil bekas.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Saat Menyalakan Mesin
Sebelum mulai melaju, matikan sistem audio mobil dan turunkan kaca jendela sebagian. Hal ini bertujuan agar telinga Anda dapat menangkap suara mesin dan lingkungan sekitar dengan lebih jernih.
- Suara saat mesin dinyalakan: Mesin yang sehat biasanya menyala dengan mulus dan cepat dalam sekali putaran kunci atau sekali tekan tombol start. Perhatikan jika terdengar suara starter yang berat, tersendat, atau decitan tajam dari ruang mesin.
- Getaran pada saat idle: Setelah mesin menyala dan berada pada putaran stasioner (idle), rasakan getarannya melalui setir dan jok. Mesin yang prima akan berputar konstan tanpa getaran berlebih yang merambat kasar ke dalam kabin. Getaran berlebih saat diam sering kali menjadi indikasi bahwa dudukan mesin (engine mounting) sudah mulai aus atau getas.
- Hembusan dan suara AC: Nyalakan AC pada kecepatan kipas bertahap. Dengarkan apakah kompresor AC menimbulkan bunyi dengung yang terlalu keras saat mulai bekerja, dan rasakan apakah udara dingin mulai berhembus dalam waktu singkat.
Suara-Suara Asing Saat Mobil Bergerak
Ketika mobil mulai berjalan di berbagai kondisi jalan, pasang telinga Anda baik-baik untuk mendeteksi bunyi-bunyi tidak wajar berikut:
- Bunyi ketukan atau gluduk-gluduk dari bawah: Saat melewati jalan bergelombang, polisi tidur, atau permukaan yang tidak rata, dengarkan apakah ada suara benturan logam atau ketukan tumpul. Bunyi ini biasanya bersumber dari komponen kaki-kaki yang sudah aus, seperti link stabilizer, bushing arm, ball joint, atau shockbreaker.
- Bunyi mendengung konstan: Jika terdengar suara dengungan bernada tinggi yang semakin keras seiring bertambahnya kecepatan kendaraan, kemungkinan besar bearing roda sudah mulai rusak. Pada mobil berpenggerak roda belakang (RWD), dengungan juga bisa berasal dari gardan.
- Decitan tajam saat pengereman: Bunyi berdecit ketika Anda menginjak pedal rem menandakan kampas rem mulai tipis atau piringan cakram yang sudah tidak rata.
- Bunyi 'kletek-kletek' saat belok patah: Putar setir penuh ke kanan atau ke kiri sambil melajukan mobil perlahan di area lapang. Jika terdengar bunyi ketukan ritmis dari arah roda depan, kemungkinan komponen as roda atau CV joint luar sudah mengalami keausan.
Sensasi Berkendara yang Wajib Anda Rasakan
Selain pendengaran, kepekaan tangan di lingkar kemudi dan kaki pada pedal sangat krusial untuk menilai kesehatan mekanis mobil.
- Kestabilan dan arah setir: Pada jalan lurus yang rata dan aman, lepaskan genggaman setir secara perlahan selama satu atau dua detik. Mobil yang sehat seharusnya melaju lurus tanpa menarik secara kuat ke arah kiri atau kanan. Setir yang cenderung lari ke salah satu sisi bisa mengindikasikan masalah pada sudut keselarasan roda (wheel alignment) atau tekanan ban yang tidak seimbang.
- Umpan balik kemudi (steering feel): Rasakan apakah putaran setir terasa terlalu berat, terlalu longgar (speleng berlebih), atau justru menyentak saat Anda berbelok. Hal ini berguna untuk mendeteksi kondisi sistem power steering, baik tipe hidrolis maupun elektrik (EPS).
- Responsivitas pedal rem: Injak pedal rem dengan tekanan bertahap, lalu coba lakukan pengereman yang sedikit lebih tegas dalam batas aman. Pedal rem seharusnya terasa padat, tidak amblas ke lantai, dan tidak menimbulkan getaran berdenyut yang merambat ke kaki Anda.
- Bantingan suspensi: Perhatikan bagaimana suspensi meredam guncangan. Suspensi yang baik akan meredam benturan dengan tegas tanpa memantul berulang-ulang seperti ayunan.
Performa Mesin dan Transmisi
Lakukan akselerasi secara bertahap maupun spontan untuk menguji performa penyaluran tenaga mesin:
- Transmisi otomatis: Pastikan perpindahan tuas dari P, R, N, ke D berlangsung halus tanpa jeda waktu yang terlalu lama (delay) dan tanpa entakan kasar. Saat melaju, perpindahan gigi seharusnya terasa mulus. Transmisi yang mengalami selip biasanya ditandai dengan putaran mesin (RPM) yang melonjak tinggi namun laju kendaraan lambat bertambah.
- Transmisi manual: Rasakan injakan pedal kopling; pastikan tidak terlalu berat atau bergetar. Gigi transmisi harus bisa masuk dengan mudah tanpa ada sensasi tersangkut atau bunyi gemeletuk kasar.
Pilih Rute Uji Coba yang Beragam
Agar hasil pengujian akurat, usahakan memilih rute yang bervariasi. Jangan hanya menguji mobil di jalan aspal mulus yang datar. Cobalah melintasi jalan sedikit bergelombang, tanjakan landai, serta area yang memungkinkan Anda melakukan putar balik dan manuver parkir.
Meluangkan waktu untuk melakukan test drive secara cermat akan menghindarkan Anda dari biaya perbaikan tak terduga setelah mobil berpindah tangan. Jika Anda belum terbiasa, jangan ragu mengajak kerabat yang paham otomotif atau memanfaatkan jasa inspeksi independen.
Bagi Anda yang menginginkan mobil impian dengan kondisi prima dan siap pakai, silakan jelajahi katalog mobil bekas kami yang telah melalui tahap pemeriksaan menyeluruh. Anda juga dapat memanfaatkan kemudahan program tukar tambah untuk mengganti kendaraan lama Anda dengan unit yang lebih segar di MobilJogjaIstimewa.id.