Pemerintah Kaji Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV, Bebas Ganjil Genap?
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan pemberian insentif bagi kendaraan elektrifikasi non-murni, seperti mobil hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), serta range extended electric vehicle (REEV). Langkah ini dipertimbangkan untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus menekan penggunaan bahan bakar minyak di dalam negeri.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menjelaskan bahwa insentif yang disiapkan difokuskan pada fasilitas nonfiskal terlebih dahulu, meski peluang keringanan fiskal atau pajak juga tetap dikaji.
Bentuk Insentif Nonfiskal yang Diusulkan
Selama ini, kemudahan administrasi dan pembebasan aturan pembatasan jalan ganjil genap telah dinikmati oleh pemilik kendaraan listrik berbasis baterai penuh (BEV). Sementara itu, jenis kendaraan elektrifikasi lain seperti hybrid, PHEV, dan REEV belum memiliki skema insentif khusus serupa.
Dalam usulan Kemenperin, beberapa fasilitas nonfiskal yang dirancang meliputi:
- Pembebasan dari aturan ganjil genap di wilayah perkotaan.
- Penyediaan area parkir khusus untuk kendaraan elektrifikasi.
- Dukungan fasilitas pengisian daya atau charger bagi tipe yang membutuhkan.
- Kemudahan pada sisi administrasi kendaraan.
Kementerian Perindustrian berencana mengoordinasikan usulan ini dengan kementerian lain, lembaga terkait, dan pemerintah daerah karena wewenang aturan lalu lintas serta perparkiran melibatkan berbagai instansi. Pembahasan regulasi ini ditargetkan dapat dipercepat dalam tahun ini.
Alasan Industri dan Pertimbangan Keringanan Pajak
Selain membantu menghemat konsumsi BBM bersubsidi dan menekan emisi gas buang, keberadaan mobil hybrid hingga REEV dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi ekosistem manufaktur lokal. Model-model ini masih memanfaatkan mesin pembakaran internal (ICE) di samping motor listrik, sehingga para produsen komponen di Indonesia tidak perlu mengubah total jalur produksinya dan bisa beradaptasi secara bertahap.
Terkait keringanan pajak, pemerintah masih membuka peluang kajian insentif fiskal. Namun, besaran fasilitas pajak untuk hybrid, PHEV, dan REEV kemungkinan tidak akan disamakan dengan kendaraan listrik berbasis baterai penuh, asalkan tetap memberi dorongan bagi pertumbuhan industri.
Apa Artinya bagi Pembeli Mobil?
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan mobil elektrifikasi namun masih ragu memilih mobil listrik murni, usulan ini tentu menjadi kabar baik. Keberadaan insentif nonfiskal seperti bebas ganjil genap dan fasilitas parkir dapat meningkatkan kepraktisan penggunaan mobil hybrid sehari-hari di kota besar. Ditambah lagi, potensi keringanan pajak di masa depan bisa membuat harga kepemilikan mobil hybrid dan PHEV menjadi lebih menarik dibanding sebelumnya.